Apakah ‘A/B Testing’ atau ‘Split Testing’ itu?

a/b split testing

‘A/B Testing’ mungkin membuat kita teringat kembali ketika duduk di dalam kelas saat pelajaran statistik. Saat itu mungkin kita sering berpikir apakah formula-formula itu akan kita gunakan ataukah hanya membuat kita pusing di kelas. Namun setidaknya pertanyaan itu terjawab, statistik yang kita pelajari dulu di kelas dapat kita aplikasikan ke dalam kehidupan nyata, salah satunya dalam hal marketing.

‘A/B Testing’ atau ‘Split Testing’ adalah sebuat tes yang dilakukan dengan membandingkan hasil yang diperoleh dari 2 variant yang berbeda. Dengan membandingkan kedua variant tersebut kita bisa melihat unsur apakah yang menyebabkan satu variant lebih baik dari variant yang lain. Dalam dunia marketing split testing dapat diterapkan untuk melakukan tes efektifitas komposisi materi iklan seperti ad copy, layout, gambar dan warna untuk menemukan komposisi manakah yang paling bagus memperngaruhi buying decision orang yang melihat iklan tersebut.

Sedikit tips dalam melakukan ‘A/B Testing’

Dalam melakukan ‘A/B Testing’ atau ‘Split Testing’ tetapkan satu unsur spesifik yang akan diukur, contohnya; menguji perbedaan judul iklan saja. Terlalu banyak modifikasi unsur yang diukur dalam sebuah split testing kadang dapat membuat kita bingung untuk menentukan unsur apa yang benar-benar memberi perbedaan terhadap hasil split testing.

Selamat bereksperimen 🙂

Leave a Reply