Belajar Membuat Toko Online Sendiri dengan WordPress e-Commerce [part1]

Seperti yang saya yakini, dunia bisnis online di Indonesia semakin berkembang pesat dari tahun ke tahun. Berbagai bisnis model mulai dari jualan ebook, afiliasi, dan mlm semakin besar jumlahnya. Ebook yang dijualpun kini semakin banyak yang berkualitas, dan bisnis MLM yang dulu sering dipandang negatif oleh beberapa kalangan kini ramai orang yang mengikutinya melalui internet. Tak mau kalah para pengusaha menengah kecil dan mikro atau yang sering kita sebut UMKM mulai berduyun-duyun masuk ke pasar online Indonesia dengan membuat toko online.

Selain karena dengan membuat toko online bisa menjaring pasar yang lebih luas, relatif murahnya memulai bisnis dengan membuat toko online menjadi salah satu pemicunya. Bahkan di Yogyakarta, jika Anda sering membaca iklan di koran Kedaulatan Rakyat (KR) maka akan banyak Anda temui penawaran jasa membuat toko online yang cukup murah dibawah Rp 300.000,- sudah termasuk hosting gratis dan domain name gratis lagi.

Meskipun menggunakan jasa membuat toko online kini relatif murah, beberapa orang masih memilih mencari cara untuk bisa membuat toko online secara GRATIS … ya Gratis … termasuk saya juga suka yang Gratis Gratis 🙂

Dengan perkembangan teknologi berbasis open source saat ini sebetulnya hampir semua orang bisa membuat toko online sendiri. Apalagi dengan adanya bantuan fitur di Cpanel seperti Fantastico & Softaculous . Jadi meskipun tidak begitu paham pemrograman web & web design asal mau belajar dan terus mencoba Anda pasti bisa karena kita tidak perlu melakukan coding dari awal. Tinggal click sebagian pekerjaan beres.

“Tapi kan di open source untuk membuat toko online kan banyak, mana yang harus dipilih?”

Benar, ada banyak open source yang bisa kita gunakan untuk membuat toko online. Beberapa diantaranya yang sempat saya coba adalah CubeCart, OS commerce, Zen Cart, Virtuemart (Joomla), Magento, Prestashop, dan WordPress e-Commerce.

CubeCart, OS commerce, & Zen Cart saya coba sebatas install di server saja. Kemudian tidak jadi dipakai sama sekali karena kok kayaknya waktu itu belum begitu cocok untuk orang seperti saya yang cuma ngerti html. Kemudian saya coba Virtuemart yang saat itu dipakai banyak orang dan forumnya pun juga ramai. Cuma buat saya kok Virtuemart masih rumit untuk dipakai dan diedit-edit sendiri. Setelah itu coba-coba pake Prestashop yang lumayan lebih simple dari Virtuemart walaupun sebenarnya setingan di produknya nggak kalah kompleks juga. Dan untuk Magento … mmm… yang ini kata temen saya yang suka ngerjain codding & yang suka bikin design web cukup rumit, intinya masih kurang cocok kalau untuk UMKM.

Pilihan open source yang relatif mudah untuk digunakan sepertinya masih jatuh pada WordPress yang bisa membantu siapa saja yang ingin memiliki toko online untuk membuat toko online dengan plugin WordPress untuk toko online, WordPress e-Commerce. Sealain mudah digunakan wordpress juga lebih mudah dioptimasi untuk urusan SEO dan banyak pluginnya juga yang support untuk integrasi dengan social media.

Sebelum melangkah ke bagian berikutnya .. [part2] .. saya ingin menjelaskan dulu pengertian kata-kata gratis yang saya tulis di atas. Yang saya maksud dengan gratis adalah kita tidak membayar orang untuk membuat toko online tetapi melakukannya sendiri. Kita tetap perlu mengeluarkan biaya untuk hosting dan domain yang saya yakin juga masih bisa kurang dari Rp 300.000,-. Meskipun Anda juga bisa menemukan hosting dan domain name gratis saya tidak menyarankannya jika Anda ingin membuat toko online.

Dan setelah ini kita akan belajar bersama-sama untuk membuat toko online mulai dari:

  1. Langkah paling awal setelah memiliki domain dan hosting yaitu install WordPress
  2. Seputar cara pasang plugin e-commerce sampe siap jualan
  3. Hingga on-page search engine optimization agar toko online kita banyak pengunjung.
Saya akan taruh link menuju [part2] di sini setelah saya selesai menuliskannya tentunya : )

Leave a Reply