Inilah yang Harus Anda Lakukan Saat Bisnis Mulai Berkembang dan Pekerjaan Semakin Banyak

Ketika memumbuka bisnis dari nol wajar bila Anda sebagai seorang owner mengerjakan hampir segala hal, atau bagi Anda yang single fighter semua pekerjaan dalam bisnis Anda harus Anda kerjakan sendiri. Namun saat bisnis sudah mulai berkembang sebaiknya Anda bentuk tim dan mulailah mendelegasikan pekerjaan ke tim Anda. Bagilah pekerjaan di bisnis Anda menjadi setidaknya dua bagian, produksi dan pemasaran. Pilihlah salah satu dan delegasikan yang lain.

Continue reading “Inilah yang Harus Anda Lakukan Saat Bisnis Mulai Berkembang dan Pekerjaan Semakin Banyak”

3 Tips Menjaga Meja Kerja Tetap Rapi Sehingga Kerja Lebih Produktif

Penelitian menunjukkan ada korelasi langsung antara produktivitas dan kerapian tempat kerja. Produktivitas dapat menurun ketika tempat kerja tidak tertata rapi. Apakah kita rela karena hanya kecil seperti tumpukan kertas yang tak beraturan di tempat kerja kita membuat efisiensi dan efektivitas bekerja kita menurun? Tahukah Anda bahwa ternyata dokumen atau kerta-kertas yang berserakan menjadi persoalan No. 1 bagi kebayakan tempat kerja. Bahkan dalam sebuah penelitian terungkap rata-rata seseorang menyia-nyiakan waktunya 4,3 jam per pekan karena maslah kertas yang tak tertata rapi yang juga mengakibatkan meningkatnya kemungkinan terjadi stress, mengurangi konsentrasi dan kreatifitas di tempat kerja.

Continue reading “3 Tips Menjaga Meja Kerja Tetap Rapi Sehingga Kerja Lebih Produktif”

7 Taktik Menangkan Adu Argumen dengan Elegan

7 Taktik Memenangkan Adu Argumen dengan Elegan

Anda pasti pernah dalam situasi dimana Anda beradu argumentasi dengan lawan bicara atau diskusi Anda, entah itu rekan kerja atau bahkan keluarga dekat Anda. Dan Anda sadari atau tidak sering kali argumen-argumen dalam diskusi tersebut jauh dari logika apalagi berdasarkan data.

Namun kadang kali pada suatu kondisi tertentu kita perlu memenangkan diskusi yang bisa berujung menjadi sebuah debat kusir yang tak kunjung henti. Dan kali ini kita akan membahas taktik untuk memenangkan situasi tersebut.

1. Bersikaplah Sopan.

Bila Anda dulu pernah mengikuti kegiatan semacam debate club, saya yakin Anda selalu diajarkan untuk mematahkan argumen lawan dengan setelah mungkin. Namun realitanya kita tidak selalu beradu argumen dengan argumen-argumen yang logis seperti saat kita sedang berdebat di ajang lomba debat. Argumen-argumen yang kita temui kadang kali tidak rasional, terlalu emosional, bahkan personal.  

Untuk itu kita perlu menjaga sikap kita untuk tetap sopan. Kita perlu menghormati sudut pandang orang lain, tidak peduli sekonyol apapun argumennya.

Bila kita menunjukkan rasa hormat kita terhadap orang lain dan orang tersebut merasa bahwa dirinya kita hormati, percayalah orang tersebut akan menjadi lunak terhadap argumen-argumennya sendiri. Mereka akan lebih mudah untuk mau mengevaluasi kembali apa yang mereka yakini atas argumen-argumen yang mereka lontarkan. Dengan kondisi seperti ini kita akan lebih mudah membawa lawan diskusi kita ke arah yang lebih rasional atau logis.

2. Kesampingkan Sejenak Hasrat untuk Menang.

Sebuah diskusi yang berujung saling serang argumen tidaklah seperti sebuah pertandingan bola yang harus menyerang gawang musuh untuk menang. Secara terang-terangan menyerang argumen yang disampaikan lawan diskusi kita akan membuat “battle mode” mereka menyala dan apabila mereka merasa terpojok dengan argumen kita maka kita akan semakin sulit untuk membuat lawan diskusi setuju dengan sudut pandang kita.

Maka terkadang kita perlu untuk tampak setuju dan sedikit mengalah dengan argumen mereka untuk menjaga “battle mode” tetap off. Dengan demikian kita dapat melanjutkan diskusi dengan lebih nyaman sehingga kita dapat membawa arah diskusi tersebut lebih dalam ke arah yang lebih rasional.

3. Jangan Tanya “Kenapa?”

Jangan pernah tanyakan alasan mengapa kita harus sepakat terhadap sebuah argumen kepada lawan diskusi kita. Karena akan ada seribu satu atau bahkan lebih alasan yang akan dilontarkan. Sebagian alasan mungkin memang benar dan masuk akal, sebagian lagi bisa jadi benar, dan sebagian besar lainnya bisa jadi hanya karangan saja.

Namun cobalah kita bertanya kepada lawan diskusi kita dengan kata tanya “bagaimana” agar mereka mencoba menjelaskan kepada kita bagaiamana sebenarnya argumen mereka dapat diterapkan secara lebih detail. Pertanyaan semacam ini akan mengikis sisi emosional lawan diskusi kita dan mengajaknya ke arah yang lebih rasional. Ketika mereka sudah lebih dominan sisi rasionalnya maka akan lebih mudah bagi kita untuk melanjutkan diskusi dan menemukan titik temu.

4. Tak Perlu Terburu-Buru.

Ada kalanya sebuah diskusi tak cukup diselesaikan dalam satu waktu. Bila demikian kita tak perlu tergesa-gesa meyakinkan lawan diskusi. Yang penting pastikan sampaikan argumen kita lagi atau melanjutkan diskusi di kesempatan berikutnya. Waktu jeda memberikan kita semua untuk dapat berpikir kembali lebih lama atas argumen-argumen yang muncul. Proses berpikir kembali ini memberikan kesempatan bagi kita semua untuk menjadi lebih rasional dari sebelumnya.

5. Gunakan Pertanyaan Terbuka.

Untuk membuat orang lain lebih terbuka dengan kita gunakanlah pertanyaan terbuka. Cobalah dan kita akan rasakan kalau tingkat kompetisi adu argumen akan realtif menurun setelah kita mengajukan pertanyaan terbuka.

6. Penuh Percaya Diri.

Apabila kita sedang berada di dalam sebuah ruangan dengan banyak orang ternyata bukan orang yang paling pintarlah orang yang lebih didengarkan. Orang akan lebih banyak menaruh perhatiannya pada orang yang lebih percaya diri dan penuh keyakinan dalam mengutarakan pendapatnya.

7. Tunjukkan Kalau Orang Lain Juga Setuju.

Tahukah Anda kalau setiap orang memiliki kecenderungan untuk ikut melakukan yang banyak orang lain lakukan? Contohnya apabila ada orang yang berkerumun dipinggir jalan menyaksikan sesuatu pasti akan ada saja orang lewat yang kemudian berhenti dan ikut berkerumun untuk melihat-lihat. Tak jauh beda dengan argumen yang kita gunakan dalam sebuah dikusi, apabila kita mampu menunjukkan kepada lawan diskusi kita kalau banyak orang lain yang setuju dengan argumen kita, kesempatan untuk lawan diskusi kita setuju dengan apa yang kita utarakan akan semakin besar.

Itulah 7 taktik yang bisa kita gunakan apabila kita sedang beradu argumen dengan orang lain. Ingat jangan terlena dengan asyiknya saling balas argumen, setiap diskusi harus kita niati untuk mencapai kesepemahaman ataupun kesepakatan.

Semoga bermanfaat 🙂

8 Tips Time Management

pomodoro time mangement timer

Setiap orang sama-sama memiliki 24 jam dalam sehari, tidak kurang dan tidak lebih. Tapi tak sedikit dari kita yang merasa 24 jam dalam sehari itu masih kurang. Bila Anda selalu merasa waktu yang Anda tidak pernah cukup, cobalah 8 tips manajemen waktu berikut ini:

  1. Rencanakan Agenda Harian Anda. Boleh percaya atau tidak, ternyata hanya sekitar 10% orang yang berhasil rutin merencanakan aktifitas harian mereka. Padahal ini salah satu cara ampuh untuk meningkatkan produktivitas Anda dengan mengetahui apa saja yang harus Anda lakukan pada hari itu dan berapa lama waktu yang Anda alokasikan untuk mengerjakannya.
  2. Blok Kalender dengan Jadwal Anda. Pada umumnya kebanyakan orang menandai kalendernya ketika ada janji atau keperluan dengan orang lain, sedangkan tidak memblok atau memberikan tanda pada tanggal-tanggal yang ia sangat perlukan untuk menyelesaikan pekerjaannya. Untuk memastikan Anda memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan pekerjaan dan bekerja lebih fokus, pastikanlah Anda telah memblok atau menandai tanggal-tanggal dimana Anda harus benar-benar fokus menyelesaikan pekerjaan Anda dan alihkan hal-hal lain yang prioritasnya lebih rendah ke tanggal-tanggal lain.
  3. Hindari Segala Macam Inbox & Notofikasi. Email, chat, social media, sms dan segala macamnya bukanlah pekerjaan utama Anda! (Kecuali bagi Anda yang tugas utamanya harus menggunakan tools tersebut seperti bagian customer service atau bagian penjualan…). Abaikan sejenak notifikasi email, social media dan gadget Anda selama Anda sedang ingin fokus bekerja. Tenang… email dan pesan-pesan untuk Anda tidak akan pergi kemana-mana dan Anda bisa membukanya nanti setelah pekerjaan-pekerjaan prioritas telah Anda selesaikan.
  4. Jangan Segan Gunakan Kata “Tidak”. Buat kita orang timur perlu belajar untuk mengatakan “Tidak”. Anda harus mampu mengatakan “Tidak” pada saat dibutuhkan. Kemampuan ini akan menghindarkan Anda dari inefisiensi waktu dan tenaga untuk mengerjakan hal-hal yang bukan prioritas dan tanggung jawab Anda, sehingga akan menjaga fokus Anda tetap pada pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Anda.
  5. Selalu Kerjakan Pekerjaan Paling Penting Terlebih Dahulu. Hidup kita semakin hari semakin dinamis dan penuh perubahan. Tak jarang perubahan terjadi atau hal-hal yang tak terduga datang. Selalu selesaikan pekerjaan paling penting terlebih dahulu. Sehingga tak masalah bila dalam suatu hari mendadak Anda menjadi hectic di siang atau sore hari karena pekerjaan yang Anda prioritaskan telah Anda kerjakan.
  6. Mulai dan Akhiri Meeting dengan Tepat Waktu. Selain mengefektifkan waktu, Anda juga menghargai waktu orang lain.
  7. Buat Keputusan dan Jalani. Jangan terlalu terburu-buru membuat keputusan, namun jangan juga terlalu lama berpikir. Ketika Anda telah mengambil keputusan, jalani dan lihat hasilnya. Jangan buang waktu Anda untuk terlalu lama bimbang dan diam.
  8. Tuliskan Target Anda. Selain catat apa yang harus Anda kerjakan, tuliskan pula target akhir apa yang harus Andaa raih. Ini akan mempermudah Anda untuk fokus pada target yang harus diraih sehingga Anda akan memprioritaskan pekerjaan penting dan menghindari melakukan hal-hal yang membuang waktu.

Coba laksanakan 8 tips manajemen waktu di atas dengan disiplin dan rasakan perubahaannya. Bila Anda memiliki tips time management lainnya Anda bisa membagikannya dengan menuliskanya pada kolom komentar di halaman ini… 🙂

7 Tempat Download Gambar Gratis & Legal

Tempat Download Gambar Gratis & Legal

Ada ungkapan yang bilang kalau satu gambar itu memiliki sejuta makna. Artikel di koran atau posting di media digital akan lebih hidup dengan tambahan foto atau gambar yang cocok dengan isi tulisan. Begitu juga untuk kita yang sering membuat bahan presentasi terkadang memerlukan gambar agar maksud yang kita sampaikan lebih mengena.

Dengan perkembangan teknologi mensin pencari seperti Google, kini mencari gambar tidaklah begitu sulit. Kita tidak perlu memfotonya atau mendesainnya sendiri gambar yang kita perlukan, cukup ketikan kata kunci. Namun apakah foto atau gambar yang kita temukan melalui Google itu tidak melanggar hak cipta atau copyright jika kita gunakan ulang begitu saja?

Kita tak tahu pasti apakah gambar yang kita temukan di search engine itu bisa kita gunakan ulang dengan bebas. Hal ini jadi sangat penting terutama apabila gambar tersebut mau kita gunakan untuk hal-hal yang sifatnya komersial. Jangan sampai karena kelalaian kita terhadap hak cipta gambar yang kita pakai ktia mendapatkan masalah di kemudian hari.

Salah satu solusi untuk mendapatkan gambar berkualitas adalah dengan membelinya di situs-situs yang menyediakan stock foto dan desain. Tapi kalau ada yang gratisan pasti kita akan pilih cari yang gratisan dulu kan? Dibawah ini ada beberapa list situs penyedia gambar gratis yang bisa kita gunakan untuk blog hingga untuk tujuan komersial.

1. Dreamstime.com

Di Dreamstime.com kita bisa download gambar gratis dengan resolusi yang cukup besar di bagian “Free Images”. Cuma sebelum bisa download gambar, sedikitlah bersabar untuk menunggu email konfirmasi registrasi dan mengisi data profile user.

Free Image Colorful Pencil

2. Freeimages.com

Meski resolusi gambar di Freeimages.com yang bisa di download gratis mungkin tidak terlalu besar tapi sudah lumayan untuk digunakan di media digital seperti blog dan slide presentasi. Untuk download gambar kita harus daftar dulu.

Free Image Couple Hug

3. Freerangestock.com

Koleksi foto di Freerangestock.com cukup keren dan berfariasi. Tinggal daftar jadi user dan gambar dengan resolusi layar komputer bisa kita download.

Free Image Children Play Computer Screen

4. Morguefile.com

Tidak perlu daftar jadi user, di Morguefile.com gambar beresolusi cukup besar bisa langsung kita download.

Free Image from Morguefile

5. Pixabay.com

Salah satu favorit kita semua, Pixabay.com. Koleksi gambarnya cukup fresh dan untuk download gambar tidak perlu daftar untuk ukuran resolusi tertentu.
Free Image from Pixabay

6. Publicdomainpictures.net

Seperti namanya, di Publicdomainpictures.net kita bisa menemukan banyak gambar dengan lisensi ‘public domain’.
Public Domain Image

7. Stockvault.net

Buat yang cari gambar dengan resolusi tinggi dan gratis bisa coba Stockvault.net, tidak perlu sign-up bisa langusng download.
Free High Resolution Image
Semoga 7 informasi situs di atas bermanfaat. Oh iya, perhatikan detail copyright nya saat mau download gambar karena detail lisensi setiap gambar bisa berbeda-beda. Kalau ada pertanyaan atau tips lain untuk dapatkan gambar secara gratis langsung saja tuliskan di kolom komentar 🙂

Bagaimana Cara Menghemat Waktu dan Jadi Lebih Produktif dengan Pomodoro dan Trello

Sekedar share saja, dulu saya mencoba mencari tools to-do list yang terbaik yang bisa saya gunakan. Banyak tools to-do list yang saya gunakan tapi tetap rasanya sama saja, saya tetap merasa masih belum bisa memanage waktu saya dengan baik sehingga selalu membutuhkan lebih banyak waktu dari yang saya perkirakan untuk menyelesaikan semua pekerjaan. Sampai akhirnya saya mencoba menggabungkan teknik Pomodoro dan Trello.

Sebelumnya saya akan mencoba menuliskan garis besar dari teknik Pomodoro ini yang saya kutip dari berbagai sumber…

Teknik Pomodoro adalah sebuah metode time management yang dikembangkan era tahun 1980an. Pada dasarnya teknik ini membagi waktu yang kita gunakan untuk bekerja menjadi bagian-bagian yang kecil, dimana setiap bagian waktu memiliki durasi selama 25 menit. Kemudian setiap bagian waktu tersebut ada jeda kurang lebih antara 5-15 menit untuk istirahat. Jeda istirahat ini dipecaya mampu menjaga mental dan fokus.

Beberapa alasan mengapa kita perlu mencoba menggunakan teknik Pomodoro:

1. Belajar bersahabat dengan waktu…
Bagi kebanyakan orang rasanya waktu seperti sesuatu yang menyebalkan apalagi ketika kita sedang menghadapi deadline dan tumpukan pekerjaan. Kita serasa kejar-kejaran dengan waktu untuk menuntaskan deadline-deadline yang ada. Ketika mencoba teknik ini, secara perlahan kita akan menemukan cara untuk bersahabat dengan waktu kerja yang kita miliki.

2. Mencegah kita terlalu memforsir diri…
Salah satu hal penting dari teknik Pomodoro adalah adanya istirahat pendek disetiap bagian-bagian waktu. Waktu istirahat yang walaupun sedikit namun rutin dan teratur ini dipercayai mampu memecahkan kejenuhan ataupun kebuntuan berpikir saat kita terforsir mengerjakan sesuatu. Bayangkan mesin mobil yang terus dipacu dengan kecepatan tinggi tanpa henti maka bisa jadi mesin justru kepanasan dan rusak, begitu juga diri kita bila terlalu diforsir bukannya pekerjaan akan beres malah diri kita yang jadi kehilangan fokus atau bahkan parahnya bisa mengakibatkan sakit. Waktu istirahat inilah yang menjaga otak kita tetap dingin.

3. Menghilangkan ganggungan dan berlatih fokus…
Dengan teknik Pomodoro kita akan berlatih bagaimana untuk fokus mengerjakan apa yang sedang kita kerjakan dan menghelingkan adanya gangguang-gangguan yang biasanya membuyarkan fokus kita yang berakibat pada terbuangnya banyak waktu.

4. Membantu kita mewujudkan keseimbangan hidup…
Sering merasakan kurangnya waktu luang yang Anda miliki? Terlalu banyak hal yang Anda tunda? Atau merasa 24 jam untuk sehari itu kurang? Rasanya menyebalkan bukan mengalami hal-hal tersebut. Time management yang baik akan membuat hidup kita menjadi lebih seimbang.

Apa saja yang kita butuhkan untuk menerapkan teknik Pomodoro ini?

Untuk menerapkan teknik dasar dari Pomodoro ini, minimal kita memerlukan 2 hal ini; timer dan to-do list. Kita bisa melakukannya dengan timer analog dan membuat to-do list dengan kertas dan pena. Tentunya kita juga bisa menggunakan software desktop ataupun apps di gadget kita. Cobalah lakukan pencarian ‘Pomodoro’ di apps store dan akan kita temukan banyak pilihan apps untuk dicoba.

Setelah coba-coba beberapa apps, saya putuskan untuk gunakan chrome extension ‘Simple Pomodoro‘ untuk timernya (jika ingin gunakan software timer versi desktop bisa coba pakai ‘Tomighty‘) dan Trello untuk to-do list nya. Tentunya Anda bebas untuk memutuskan tools apa yang akan Anda gunakan, saya gunakan 2 tools tersebut karena untuk saat ini 2 tools tersebut masih yang paling cocok untuk saya yang banyak bekerja menggunakan browser Chrome dan berkolaborasi dengan tim menggunakan Trello.

Bagaimana melakukannya?

Pertama, pastikan Anda sudah memiliki goals yang telah Anda urutkan prioritasnya. Dari goals tersebut tuliskan apa saja yang harus Anda lakukan dan bagi sehingga Anda tahu apa saja yang harus Anda selesaikan dalam satu pekan, dari sinilah kita akan mulai menerapkan teknik Pomodoro ini.

Kedua, breakdown target mingguan Anda dan tentukan berapa Pomodoro (25 menit) yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan detail-detail pekerjaan-pekerjaan tersebut dan jadwalkan menjadi to-do list harian Anda. Saya sarankan dalam sehari sebisa mungkin hanya mengerjakan 16 Pomodoro atau kurang.

Ketiga, fokuslah satu persatu menyelesaikan setiap task di to-do list harian yang telah Anda buat dan benar-benar gunakanlah waktu break 5-15 menit diantara sesi Pomodoro untuk beristirahat.

Coba terapkanlah selama 1 pekan dan bagikan pengalaman Anda dengan berkomentar di artikle ini. Bila Anda ingin belajar lebih banyak tentang teknik Pomodoro Anda bisa mampir ke sini. Kalau Anda punya teknik lain dan ingin berbagi jangan segan-segan untuk meninggalkan komentar.

Semoga bermanfaat 🙂

5 Manfaat Membuat Kalender Konten & Tips Cara Membuatnya

5 Manfaat Membuat Kalender Konten & Tips Cara Membuatnya

Bertepatan dengan hari libur Nyepi 31 Maret 2014 ini kita akan membahas secara padat dan singkat tentang kalender konten, sebuah cara yang mempermudah kita mengelola ide dan topic yang akan dibuat menjadi sebuah konten yang menarik.

Pada tulisan sebelumnya kita telah mengetahui sebuah trik untuk mendapatkan ide konten dengan cepat, namun tentu saja jika kita terus-terusan mengandalkan cara tersebut bisa jadi jerih payah kita dalam membuat konten tidak akan maksimal, terutama bagi kita yang menggunakan content marketing sebagai salah satu strategy untuk pemasaran secara online.

Kenapa sih kita perlu membuat kalender konten? Tahukah Anda bahwa banyak orang malas mengerjakan sesuatu bisa jadi karena mereka belum benar-benar tahu apa manfaatnya (termasuk saya…)? Untuk itu sebelum kita bahas apa saja sih informasi yang perlu kita cantumkan di kalender konten kita, saya mau ulas dulu beberapa manfaat dari kalender konten antara lain:

  • Kalender konten membantu kita untuk tetap fokus pada kebutuhan audience yang kita target, sehingga kita tidak selalu membuat konten yang mengikuti arus trend berita yang sedang populer.
  • Karena kita lebih fokus pada kebutuhan audience, kita memiliki kemungkinan besar untuk memuaskan rasa keingin tahuan mereka sehingga memberikan nilai tambah positif tingkat ‘authority’ pada pencitraan bisnis, brand, atau pun personal yang sedang dibangun.
  • Dua manfaat sebelumnya timbul karena kalender konten membantu (red. memaksa) kita untuk memikirkan konten apa yang harus kita buat, tidak hanya untuk hari ini dan hari esok. Sehingga kita benar-benar bisa memikirkan topic atau tema yang akan kita angkat.
  • Kalender konten membuat kita lebih produktif dalam menghasilkan konten yang lebih baik. Kita jadi tahu pasti kapan sebuah topik harus ditulis dan informasi apa saja yang harus kita kumpulkan sebelumnya.
  • Untuk Anda yang bekerja dengan tim, kalender konetn akan mempermudah dalam memperjelas tugas yang dibagikan kepada setiap anggota tim content marketing Anda.
Oke, sekarang kita sudah sama-sama tahu manfaat dari kalender konten. Tapi mungkin kita masih bingung apa saja sih yang harus ada di sebuah kalender konten? Kurang lebih informasi yang perlu kita masukkan ke dalam kalender konten kita adalah sebagai berikut ini:
  1. Tema besar bulanan.
  2. Tema mingguan.
  3. Judul konten.
  4. Target audience.
  5. Author (siapa yang akan menulis).
  6. Editor.
  7. Deadline
  8. Keywords
  9. Kategori konten.
  10. Gambar atau materi lain yang mendukung.
Sekarang buka laptop Anda dan selamat bekerja… dan bila Anda memiliki tips-tips bermanfaat lainnya, komentar atau pertanyaan, silakan tuliskan pada kolom komentar di halaman ini 🙂